Laporan Riset Strategis • 6 Januari 2026

Laporan Analisis Mendalam Saham BBCA dan BBRI

Kinerja Keuangan, Analisis Fundamental-Teknikal, dan Perbandingan Strategis di Tengah Transisi Kebijakan Moneter 2026.

Mulai Membaca

Ringkasan Eksekutif

Per 6 Januari 2026, sektor perbankan Indonesia menunjukkan ketahanan signifikan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengukuhkan posisi sebagai pemimpin efisiensi dengan CASA mencapai 82,5%, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mendominasi segmen mikro dengan total aset konsolidasi menembus Rp1.992,98 triliun.

Penurunan BI-Rate menjadi 4,75% pada akhir 2025 menjadi katalis utama bagi kedua bank untuk memperbaiki Net Interest Margin (NIM). BBCA menawarkan risiko rendah, sedangkan BBRI menjadi primadona imbal hasil dengan kebijakan dividen agresif (payout 80-87%).

BI-Rate
4.75%
CASA BBCA
82.5%
NIM BBRI
7.90%
ROE BBCA
24.08%
01

Analisis Kinerja Keuangan Terbaru

1.1 PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

BBCA membukukan laba bersih Rp43,40 triliun (per Sept 2025). Efisiensi menjadi kunci utama dengan rasio BOPO di level 40,85%.

  • CASA mendominasi Rp982 triliun (82,5%)
  • Kredit Korporasi tumbuh 16,1%

1.2 PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

BBRI menjaga dominasi mikro dengan aset Rp1.992,98 triliun. Meskipun beban operasional naik, NIM tetap superior di 6,58% - 7,9%.

  • CAR berada di level aman 24,41%
  • NPL Gross membaik ke level 2,94%
02

Perbandingan Parameter Keuangan Utama

Parameter BBCA (LTM/Sept 2025) BBRI (FY 2024/Jan 2026)
Net Interest Margin (NIM) 5,76% - 5,8% 6,47% - 7,9%
Return on Equity (ROE) 22,5% - 24,08% 18,97% - 22,91%
BOPO 40,85% - 45,2% 67,64% - 71,80%
NPL Gross 1,7% - 2,10% 2,9% - 3,23%
CASA Ratio 82,1% - 82,5% 65,5% - 67,30%
Kapitalisasi Pasar Rp985,49 T - Rp1.022 T Rp547,66 T

*Data dikompilasi dari laporan keuangan konsolidasi dan konsensus analis Refinitiv.

03

Valuasi dan Kebijakan Dividen

Potensi Yield Dividen

9.18 % Proyeksi BBRI

BBRI tetap menjadi pilihan utama dividen dengan estimasi Rp343,4 per saham. Payout ratio agresif (80-87%) memberikan margin of safety bagi investor pemburu arus kas.

Metrik Valuasi (PBV)

BBCA (Premium) 4.07x
BBRI (Undervalued) 1.76x

PER BBRI yang berada di level 9.45x sangat atraktif dibanding PER BBCA 17.57x.

04

Analisis Teknikal & Proyeksi 2026

BBCA Outlook

Harga (6 Jan 26) Rp8.175
Support Kuat Rp7.150 - Rp7.350
Target Konsensus Rp10.323

BBRI Outlook

Harga (6 Jan 26) Rp3.680
Support Psikologis Rp3.580 - Rp3.600
Target Konsensus Rp5.510
Analisis Reversal: Pola Double Bottom pada BBRI dapat terkonfirmasi jika harga menembus level neckline di Rp4.350.
05

Perbandingan Strategis

Inisiatif Pertumbuhan

A

BBCA: Integrasi myBCA

Fokus pada 'full digital' dengan melikuidasi unit non-inti dan memperkuat perbankan investasi.

B

BBRI: Holding UMi & AgenBRILink

Penetrasi ultra-mikro (Pegadaian & PNM) untuk efisiensi biaya operasional di daerah remote.

Analisis Risiko

"Risiko utama BBCA terletak pada ekspektasi pasar yang sangat tinggi. Sebaliknya, BBRI perlu mewaspadai pembengkakan kredit macet sektor UMKM pasca-relaksasi."

— Sumber: Ajaib Research, 2026

6. Kesimpulan

BBCA tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang memprioritaskan stabilitas dan efisiensi operasional. Fundamental yang didominasi dana murah (CASA 82%) menjadikannya sangat tangguh terhadap fluktuasi suku bunga global.

BBRI menawarkan potensi Total Return yang lebih tinggi melalui kombinasi capital gain dari valuasi yang terdiskon (PBV 1,76x) dan imbal hasil dividen (~9%). Pemangkasan BI-Rate akan menguntungkan kedua bank, namun BBRI berpotensi mengalami ekspansi NIM yang lebih lebar.

Key Source Spotlights

Profitabilitas BBRI

"ROE BBRI 22,91% menjadikannya tolok ukur efisiensi modal yang kuat di awal 2026."

Lihat Sumber

Efisiensi BBCA

"BOPO 40,85% dan CASA 82,5% memberikan perlindungan biaya dana yang kompetitif."

Lihat Sumber

Dividen Saham

"Estimasi dividend yield BBRI mencapai 9,18%, pilar utama daya tarik investasi pasif."

Lihat Sumber

7. Metodologi Penelitian

Analisis Fundamental

Ekstraksi rasio NIM, ROE, BOPO, dan NPL dari laporan triwulan (Sept 2025) dan konsensus proyeksi FY 2025-2026.

Evaluasi Strategis

Menilai kebijakan alokasi modal (payout ratio), biaya dana (CoF), dan transformasi digital (myBCA vs BRImo).

Proyeksi Teknikal

Studi tren 1-5 tahun, level akumulasi teknikal, dan konsensus target harga dari 33+ lembaga sekuritas.

8. Daftar Pustaka & Referensi